Jumat, 06 November 2020

Lawan Everton, Manchester United Bisa Mainkan Alex Telles

Judi Online - Sebuah kabar gembira datang bagi Manchester United. Setan Merah dilaporkan sudah bisa memainkan Alex Telles di pertandingan melawan Everton.

Judi Online Lawan Everton, Manchester United Bisa Mainkan Alex Telles

Malam ini Manchester United akan bertandang ke Merseyside. Mereka akan menantang Everton pada pertandingan pekan kedelapan EPL.


judi online24jam slot Gudangproduk.com Laga ini bisa dikatakan laga yang krusial bagi United. Pasalnya Setan Merah bisa mendekati jurang degradasi kalau mereka kalah di laga ini.


Jelang laga ini, United mendapatkan tambahan amunisi. Pasalnya Alex Telles sudah kembali berlatih dan siap bermain di laga ini.


Menurut laman resmi MU, Telles sudah dinyatakan negatif covid-19.


Sejak dua pekan yang lalu, ia absen membela United. Karena ia dinyatakan positif COVID-19.


Namun setelah dua kali melakukan tes, sang bek sudah dinyatakan negatif dari virus yang mematikan itu.


Laporan itu juga mengabarkan bahwa Telles sudah kembali berlatih bersama skuat Manchester United.


Ia berlatih penuh bersama skuat MU pada hari Jumat (6/11) kemarin. Ia dilaporkan berlatih penuh di momen itu.


Jadi Telles kemungkinan besar sudah bisa bermain melawan Everton nanti malam.


Sang bek mengalami masalah di bagian punggungnya sehingga ia masih diperiksa apakah bisa bermain atau tidak di laga ini.


Sumber MUFC

Pemenang dan Pecundang Jika MU Menunjuk Mauricio Pochettino Sebagai Manajer

Judi Online - Nama Mauricio Pochettino kini santer dikabarkan bakal menjadi manajer baru Manchester United. Menarik untuk menanti gebrakan yang bakal dibuat Pochettino jika melatih United.

Judi Online Pemenang dan Pecundang Jika MU Menunjuk Mauricio Pochettino Sebagai Manajer

Pochettino kini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun. Dia sudah menyatakan siap melatih klub lagi, termasuk untuk kembali melatih klub Premier League.


Judi Online Gudangproduk.com Di tengah kesiapan Pochettino melatih lagi, Ole Gunnar Solskjaer sedang berada dalam tekanan. Performa buruk di awal musim 2020/2021 membuat manajer asal Norwegia itu berada dalam tekanan.


United kalah pada dua laga terakhir, lawan Arsenal dan Istanbul Basaksehir. Jika akhir pekan ini United kalah lawan Everton, bukan tidak mungkin Solskjaer bakal terdepak dari United.


Lantas, jika Pochettino ditunjuk sebagai manajer United, siapa pemain yang bakal menjadi pemenang dan pecundang? Seperti dikutip dari The Mirror, simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.


Luke Shaw berada dalam situasi yang sulit pada era Ole Gunnar Solskjaer. Dia masih bermain reguler pada awal musim 2020/2021, tetapi Solskjaer telah menyiapkan Alex Telles untuk menggusur posisinya.


Nah, jika Pochettino datang, maka situasi bakal terbalik untuk Luke Shaw.


Di masa lalu, Luke Shaw pernah bekerja sama dengan Pochettino di Southampton. Di bawah bimbingan Pochettino, Luke Shaw sempat disebut sebagai calon bek kiri masa depan Inggris setelah era Ashley Cole.


Pochettino mampu membangun tim secara kolektif. Hal itu sudah nampak ketika dia melatih di Espanyol, Southampton, dan Tottenham. Pochettino punya manajemen personal yang bagus.


Pria 48 tahun tidak pernah takut kehilangan pemain kuncinya. Saat masih bekerja di Soton, dia selalu kehilangan pemain kunci setiap awal musim. Namun, capaian klub tetap stabil.


Paul Pogba sendiri beberapa kali menyatakan ingin pindah dari United. Jika Pochettino bertindak sebagai pelatih, mungkin Paul Pogba akan dibukakan pintu keluar dari Old Trafford.


Seperti Luke Shaw, Aaron Wan-Bissaka mungkin juga bakal mendapat berkah jika Pochettino ditunjuk sebagai manajer utama. Wan-Bissaka bisa mendapat banyak hal positif di pria asal Argentina itu.


Di tangan Pochettino, nama seperti Kyle Walker dan Kieran Tripier mampu tampil bagus di posisi bek kanan. Mereka kemudian juga menjadi andalan timnas Inggris.


Wan-Bissaka tampil bagus bersama United. Akan tetapi, dia belum mendapatkan kesempatan bermain di timnas Inggris secara reguler. Pochettino mungkin bisa membantu pemain 22 tahun.


Pochettino sangat gemar bekerja dengan pemain muda. Situasi ini bakal sulit bagi pemain seperti Nemanja Matic. Pemain asal Serbia sudah berusia 32 tahun.


Bukan hanya dari sisi usia, Nemanja Matic juga tidak sesuai dengan karakter permainan Pochettino.


Pochettino membangun timnya dengan dasar pressing dan intensitas yang tinggi. Matic tidak cukup cepat dan intens untuk cara bermain Pochettino, walau dia punya kemampuan umpan yang piawai.


Mason Greenwood menjadi pemain muda dengan talenta yang sangat besar. Pada usia 18 tahun, dia mampu menembus tim utama United dan tampil sangat bagus pada musim 2019/2020 lalu.


Pochettino punya reputasi bagus dengan pemain muda. Ketika masih melatih Tottenham, dia membuka pintu bagi Harry Kane masuk tim utama. Dia juga membawa Dele Alli dari klub MK Dons.


Well, di bawah kendali Pochettino, sangat mungkin Mason Greenwood bakal berkembang lebih pesat. Greenwood bakal mendapat kepercayaan seperti yang pernah didapatkan Harry Kane.


Sumber: The Mirror

Duel Antarlini Der Klassiker: Siapa Bisa Bendung Robert Lewandowski?

Judi Online - Borussia Dortmund dan Bayern Munchen akan bertarung untuk memperebutkan posisi puncak Bundesliga pada Minggu, (8/11/2020) dini hari. Laga bertajuk Der Klassiker ini menjadi laga yang layak ditunggu karena keduanya merupakan tim papan atas dengan komposisi skuad yang berkualitas.

Judi Online Duel Antarlini Der Klassiker: Siapa Bisa Bendung Robert Lewandowski?

Bertanding di Signa Idunia Park, Borussia Dortmund tentu tidak ingin kandangnya dinodai dengan kekalahan dari saingannya. Di lain pihak, Bayern Munchen juga diiringi rasa percaya diri yang tinggi berkat ketajamannya.


Judi Online Gudangproduk.com Di Bundesliga Bayern Munchen begitu berbahaya dalam urusan mencetak gol dan kini telah mengoleksi 24 gol. Sehingga, meskipun keduanya tampil sama baiknya dengan raihan sama-sama meraih 15 poin dari enam laga, Munchen berhak bertengger di posisi teratas berkat raihan golnya.


Robert Lewandowski yang pernah berkostum Borussia Dortmund menjadi juru gedor utama yang sedang tampil menggila. Lewandowski bisa kapan saja mencetak dua gol, tiga gol atau lebih dalam satu laganya.


Namun, di laga ini Lewandowski perlu bekerja ekstra keras karena Dortmund merupakan tim dengan catatan kebobolan paling sedikit di Bundesliga. Meskipun tertinggal dalam urusan mencetak gol 13 berbanding 24, dalam urusan pertahanan Dortmund unggul dengan catatan dua kali kebobolan berbanding sembilan milik Bayern Munchen.


Maka menarik di lihat pertarungan antarlini di Der Klassiker kali ini. Borussia Dortmund dengan pertahanan paling kuat dan Bayern Munchen dengan penyerangan tertajam sejauh ini. Lantas siapa yang akan berduel langsung di laga ini? Berikut namanya.


Manuel Akanji akan menjalani laga terberatnya sebagai bek Borussia Dortmund karena secara langsung harus berhadapan dengan bomber tajam Robert Lewandowski. Akanji sejauh ini menjadi salah satu bek paling aktif dengan telah mencatatkan rataan 100 kali sentuhan di Bundesliga.


Akanji yang memiliki postur tubuh besar setinggi 1,87 meter juga mampu menghadang lawannya sehingga di lima kali penampilannya, Akanji berhasil menjaga gawang Dortmund tidak kebobolan sebanyak empat kali.


Lawannya Robert Lewandowski juga sedang panas-panasnya. Di laga apa pun Lewandowski selalu bisa menjadi andalan tim dan sejauh ini Lewandowski merupakan top skorer sementara Bundesliga dengan 10 gol dari lima kesempatannya.


Melawan Akanji tentu menjadi salah satu tantangan besar untuk Lewandowski, secara fisik Akanji bisa meredam striker asal Polandia tersebut. Namun, Lewandowski juga cerdik dalam menempatkan posisinya sehingga bisa mencetak gol.


Di lini tengah ada duel antara Axel Witsel dengan Joshua Kimmich dua nama yang tampil baik dan merupakan andalan timnya. Axel Witsel dan Joshua Kimmich sama-sama memiliki kemampuan sebagai penghubung lini belakang dan depan.


Axel Witsel dengan akurasi umpannya berhasil tampil memuaskan dengan rataan keberhasilan umpan mencapai 96 persen. Kimmich juga sama baiknya dan bahkan telah menciptakan empat assists berkat distribusi bolanya yang mencapai 90 persen keberhasilan.


Laga ini pun menjadi pembuktian siapa yang bisa menjadi rajanya lini tengah untuk partai Der Klassiker kali ini. Axel Witsel perlu meredam kecerdikan Kimmich dalam mengatur tempo permainan, begitu juga dengan Kimmich yang harus mencari cara melewati Witsel yang kokoh di tengah.

Jika di Bayern Munchen ada Lewandowski, di Dortmund ada Erling Haaland yang juga tampil menjanjikan di setiap laga mana pun. Sejauh ini Haaland telah mencetak 10 gol dari 10 kali penampilannya di segala kompetisi.


Haaland memiliki postur tubuh yang kokoh sebagai penyerang tengah, dia bisa mencetak gol lewat udara maupun darat. Haaland juga memiliki kecepatan dan positioning yang baik sehingga dia bisa mencetak lima gol di Bundesliga.


Di laga ini, Haaland akan berhadapan dengan Jerome Boateng, pemain bertahan yang kaya akan pengalaman melawan striker-striker hebat. Dalam urusan menghentikan striker kuat, Jerome Boateng juga memiliki modal dari tubuhnya yang setinggi 1,92 meter. Dengan ukuran badannya yang besar Boateng bisa dengan memenangkan duel-duel yang dihadapinya.


Der Klassiker juga menghadirkan pembuktian dua kiper yang disebut-sebut sebagai kiper terbaik di Bundesliga. Manuel Neuer yang sudah lama dicap sebagai kiper terbaik dunia, musim ini telah kecolongan beberapa kali.


Dari enam laga Bundesliganya, Neuer bahkan telah kebobolan sembilan kali, dan baru mencatatkan dua clean sheets. Sedangkan Roman Burki kini memiliki catatan yang lebih baik dari Neuer setelah hanya kebobolan dua kali dari empat penampilannya.


Roman Burki juga telah tampil empat kali di Bundesliga, tiga di antaranya berhasil berakhir dengan clean sheets. Laga ini sekaligus menjadi pembuktian bagi keduanya terkait siapa yang paling tenang dan bisa menyelamatkan tim dari kebobolan.


Sumber: Sofascore, Transfermarkt

Selasa, 03 November 2020

Siapa Bisa Lawan Sadio Mane, Diogo Jota, dan Mohamed Salah?

Judi Online - Jurgen Klopp sangat puas melihat aksi Liverpool saat menang atas Atalanta. Pria asal Jerman menilai sulit bagi tim mana pun untuk melawan trio Sadio Mane, Diogo Jota, dan Mohamed Salah pada saat ini.

Judi Online Siapa Bisa Lawan Sadio Mane, Diogo Jota, dan Mohamed Salah?

Liverpool menang 5-0 pada laga Grup D Liga Champions 2020/2021, Rabu (4/11/2020) dini hari WIB melawan Atalanta. Duel ini digelar di Gewiss Stadium, markas Atalanta judi online24jam slot https://sites.google.com/view/qqjelas.


Tiga pemain depan yang dimainkan Jurgen Klopp bermain sangat bagus. Diogo Jota membuat tiga gol dan satu assist. Sedangkan, Sadio Mane dan Mohamed Salah mampu mencetak satu gol.


Kini, Liverpool makin kokoh di puncak klasemen Grup D. The Reds meraih sembilan poin dari tiga laga yang dimainkan. Liverpool mencetak delapan gol dan belum kebobolan.


Jurgen Klopp memberikan segala pujian untuk pemainnya atas hasil gemilang lawan Atalanta. Klopp tidak merasa kemenangan besar ini diraih Liverpool berkat kemampuan dia meracik taktik dan strategi.


"Ini tentang para pemain, sulit melawan kami malam ini, saya tidak berpikir ada orang yang bisa bertahan melawan Sadio Mane, Mohamed Salah dan Diogo Jota," buka Klopp kepada BT Sport.


"Jadi ini bukan tentang taktik atau sistem kami, ini tentang tim," sambungnya.


Klopp sangat mendambakan laga seperti melawan Atalanta. Liverpool mampu bermain bagus di semua lini. Mereka bertahan dengan solid dan menyerang dengan sangat tajam.


"Organisasi lini tengah, hasrat, dan kesiapan. Kami berada di top level, baris terakhir mendorong dan mengetahui ancaman yang bisa ditimbulkan Atalanta," imbuh Klopp.


Di balik segala pujian untuk Sadio Mane dan kolega, Jurgen Klopp juga memberikan catatan. Eks pelatih Dortmund itu merasa jika Liverpool masih memberi ruang pada pemain Atalanta untuk menyerang.


"Anda bisa menang 5-0, Anda bisa mencetak lebih banyak gol tetapi penjaga gawang kami masih harus melakukan tiga penyelamatan kelas dunia. Secara keseluruhan, game yang sangat bagus," kata Jurgen Klopp.


Liverpool selalu menang pada enam laga terakhir di semua kompetisi. Akhir pekan nanti, Liverpool akan berjumpa Manchester City pada laga yang dipastikan berjalan sangat seru Agen Judi Online https://gudangproduk.com.


Sumber: BT Sport

Bayern Munchen yang Semakin Digdaya

Judi Online - Bayern Munchen sukses meraih kemenangan besar saat melawan FC Salzburg di lanjutan penyisihan Liga Champions Grup A. Bermain di Red Bull Arena, Rabu (4/11/2020) dini hari tadi, Bayern Munchen menang dengan skor 6-2.

Judi Online Bayern Munchen yang Semakin Digdaya

Pada pertandingan tersebut, Bayern sempat tertinggal lebih dahulu setelah Mergim Berisha mencetak gol cepat ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Robert Lewandowski kemudian menyamakan kedudukan lewat penalti pada menit ke-21 sebelum gol bunuh diri Rasmus Kristensen pada menit ke-44 membuat Die Roten unggul di babak pertama judi online24jam slot https://sites.google.com/view/qqjelas.


Di awal babak kedua, Salzburg kembali mampu mencetak gol untuk menyamakan kedudukan melalui Masaya Okugawa di menit ke-66. Setelah itu Bayern Munchen memastikan kemenangan lewat empat gol tambahan dari Jerome Boateng menit ke-79, Leroy Sane menit 82, Lewandowski menit 88, dan ditutup gol dari Lucas Hernandez di masa injury time.


Kemenangan ini membuat Bayern Munchen meraih poin sempurna dari tiga pertandingan penyisihan grup A. Saat ini tim asuhan Hansi Flick tersebut memuncaki klasemen grup A Liga Champions dengan 9 poin, unggul lima poin dari Atletico Madrid yang di tempat berbeda bermain imbang 1-1 melawan Lokomotiv Moskow.


Dengan hasil ini juga, Bayern Munchen berhasil memperpanjang rekor kemenangan mereka di Liga Champions menjadi 14 kemenangan, bila menghitung kemenangan atas Sevilla di Piala Super Eropa, mereka kini 15 laga Eropa tak terkalahkan.


Setelah pertandingan tersebut, pelatih Bayern Munchen, Hansi Flick mengatakan bahwa kemenangan ini sangat berarti bagi timnya. Meskipun skor yang tercipta cukup besar, namun melawan Salzburg diakuinya sama sekali tidak mudah.


"Skor 6-2 seperti mudah, tapi tidak sama sekali. Transisi Salzburg bagus ketika bola berhasil mereka rebut dan menghukum kami sekali atau dua kali. Ini jelas merupakan pertandingan yang hebat untuk penonton netral, tapi tidak bagi pelatih," ujarnya di situs resmi Liga Champions.


"Saya bahagia dengan mentalitas tim saya," tutupnya.


Di kesempatan yang lain, Thomas Muller juga memberikan komentarnya terkait hasil yang diraih timnya. "Kami sudah tahu soal gaya bermain Salzburg, jadi saya tak begitu terkejut."


"Mereka bermain dengan intensitas tinggi dan berani mengambil risiko, sedikit seperti kami, mungkin beda level kontrolnya." ujarnya.


"Kami punya peluang untuk membuatnya menjadi 3-1, tapi kemudia mereka membuatnya jadi menarik dengan gol penyama kedudukan. Pada akhirnya, ketika anda bisa membuat perubahan, kami melakukannya. Kemudian kami memiliki kartu di tangan kami," tandasnya Agen Judi Online https://gudangproduk.com.

Meski Jadi Unggulan, Manchester United Ogah Sepelekan Istanbul Basaksehir

Judi Online - Kapten Manchester United, Harry Maguire memberikan penilaian mengenai Istanbul Basaksehir. Ia menilai wakil Turki itu bukan lawan yang bisa dianggap sebelah mata oleh Setan Merah.

Ju di online Meski Jadi Unggulan, Manchester United Ogah Sepelekan Istanbul Basaksehir

Pada tengah pekan ini, United dijadwalkan akan bertandang ke Turki. Mereka akan berhadapan dengan Istanbul Basaksehir di pertandingan ketiga grup H Liga Champions judi online24jam slot https://sites.google.com/view/qqjelas.


Pada laga ini, United lebih diunggulkan untuk menang. Pasalnya MU berhasil mengalahkan PSG dan RB Leipzig di dua laga pertama, sementara Basaksehir kalah di dua laga itu.


Meski difavoritkan untuk menang, Maguire enggan timnya besar kepala. "Mereka [Basaksehir] adalah tim yang bagus," ujar Maguire di laman resmi MU.


Menurut Maguire dua kekalahan yang diraih Basaksehir di fase grup UCL musim ini tidak bisa jadi patokan. Ia menilai wakil Turki itu bermain dengan baik sehingga mereka bisa menjadi penantang gelar yang serius.


"Kami sempat mengamati pertandingan anatara mereka menghadapi PSG, dan saya bisa bilang mereka bermain dengan baik."


"Mereka membuat PSG kesulitan sepanjang laga, sehingga saya rasa pertandingan ini nanti bukan pertandingan yang mudah."


Maguire juga menegaskan bahwa MU tidak boleh main-main di laga ini. Ia menilai Setan Merah perlu mengeluarkan performa terbaik mereka untuk menang di laga ini.


"Pada pertandingan ini kami tidak boleh terpaku pada lawan kami. Kami harus memastikan bahwa kami bermain seperti di pertandingan-pertandingan Liga Champions sebelumnya."


"Musim lalu, mereka [Basaksehir] melaju jauh di Liga Europa, sehingga kami tahu mereka akan jadi ujian yang berat bagi kami. Namun kami melihat pertandingan ini sebagai kesempatan bagi kami meraih tiga poin dan mempertahankan pemuncak klasemen." ujarnya Agen Judi Online https://gudangproduk.com/.

Terpeleset Lawan Arsenal, Manchester United Diminta Bangkit di UCL

Judi Online - Penyerang Manchester United, Marcus Rashford meminta rekan-rekannya untuk tidak terlalu larut dalam kekecewaan usai dikalahkan Arsenal. Sang penyerang meminta agar timnya untuk bangkit di pertandingan UCL di tengah pekan ini.

Judi Online Terpeleset Lawan Arsenal, Manchester United Diminta Bangkit di UCL

Setan Merah baru-baru ini mendapatkan hasil yang kurang baik. Menjamu Arsenal di Old Trafford, Setan Merah harus memetik kekalahan dengan skor tipis 1-0 judi online24jam slot https://sites.google.com/view/qqjelas.


United sendiri tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan itu. Pasalnya pada tengah pekan ini, mereka akan berhadapan dengan Istanbul Basaksehir di pertandingan ketiga grup H Liga Champions.


Rashford berharap timnya bisa melupakan kekalahan melawan Arsenal dan melanjutkan tren positif mereka di UCL. "Saya pribadi sangat senang dengan hasil kami di pekan sebelumnya [vs RB Leipzig] di mana kemenangan itu berarti besar bagi kelolosan kami di Liga Champions," ujar Rashford kepada MUTV.


Rashford percaya bahwa United memiliki momentum yang bagus di UCl. Jadi ia berharap timnya bisa melanjutkan momentum tersebut di tengah pekan nanti.


"Saya rasa kami perlu mengulangi lagi performa kami di laga itu [vs RB Leipzig] di pertandingan berikutnya [vs Istanbul] dan semoga saja kami bisa mendapatkan tiga poin."


"Di pertandingan sebelumnya lagi melawan PSG, pertandingan itu adalah pertandingan yang sangat sulit. Namun kami berhasil menemukan cara untuk memenangkan pertandingan itu."


Lebih lanjut, Rashford menilai timnya harus bekerja lebih keras jika mau menang melawan Istanbul Basaksehir.


Ia percaya timnya harus tampil jauh lebih baik ketimbang saat melawan Arsenal agar mereka bisa memetik kemenangan.


"Kami benar-benar harus bermain lebih baik lagi. Kami harus mengawali laga dengan lebih kuat dan kami harus melakukan segalanya agar mendapatkan point penuh." ujarnya Agen Judi Online https://gudangproduk.com/.